Pengalaman Bergabung Bersama Mayora Group

By Yuniar HMS. Islamiyati - Januari 19, 2019


Buat kalian yang udah sering baca blog gue, mungkin udah tau gue siapa. Disini gue mau membagikan pengalaman gue mengikuti proses seleksi atau recruitment di PT. Mayora Indah, Tbk., dan seperti apa tahapan-tahapannya. Posisi gue sebagai Staff Administrasi, hal yang mendasari gue menulis ini adalah untuk berbagi, karena gue yakin pasti diantara kalian ada yang coba searching-searching pengalaman orang lain ketika ingin masuk ke sebuah perusahaan atau intansi pemerintah lainnya. Gue akan coba menjelaskan secara garis besar bagaimana tahapannya dan secara detail bagaimana gue bisa sampai dinyatakan lolos dan sudah mulai bekerja disana. Tetap baca ya!

PT. Mayora Indah, Tbk., merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pangan, tidak hanya itu ia juga bergerak di bidang keuangan, penyewaan kantor dan gudang. Banyak orang lebih mengenal PT. Mayora bergerak di industri pangan karena memang banyak produk yang dihasilkan mudah kita temui atau bahkan setiap harinya kita konsumsi. PT. Mayora merupakan perusahaan berskala internasional yang berdiri pada tahun 1977 dan menjadi perusahaan publik pada tahun 1990 dan saat ini sudah tersebar di 80 negara, selengkapnya untuk tau kamu bisa klik untuk mengetahui profilnya.

Semua bermula pada acara HUT Kabupaten Tangerang ke-75 pada Desember 2018 kemarin, dimana Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kab. Tangerang mengadakan jobfair dan mengundang perusahaan-perusahaan yang sedang mencari kandidat-kandidat baru untuk menjadi bagiannya. Lokasinya di alun-alun Tigaraksa, Kab. Tangerang, dan diadakan selama 3 hari. Sebelumnya gue ucapkan terima kasih kepada Disnaker dan PEMKAB. Tangerang yang sudah mengadakan jobfair. Disini juga gue ingin sedikit mengkritik panitia HUT Kab. Tangerang dimana pada poster dan iklan media sosial jobfairnya ditulis ada ribuan lowongan pekerjaan, tapi pada pelaksanaannya hanya ada kurang lebih 20 stand perusahaan yang gue ingat. Lah Nai, namanya juga marketing. Jangan ditanya gimana suasana jobfair? RAMEE BANGEEEET :D

Tes Administrasi
Pada saat ke Jobfair, gue bawa 5 lamaran dan hanya 3 lamaran yang gue apply ke perusahaan yang menurut gue benefit di Jobfair kemarin, termasuk PT. Torabika Eka Semesta yang merupakan entitas dari PT. Mayora Indah, Tbk. atau Mayora Group. Oiya, gue kesana bareng sama teman-teman kampus gue, jadi gak sendirian. Selang seminggu lebih, gue menerima WhatsApp bussiness untuk memenuhi kehadiran pada psikotest pada tanggal 28 Desember. Gak cuma gue, teman-teman pun diundang. Itu artinya secara administrasi lamaran kita diterima.

Psikotest
Setelah lolos administrasi, kami pun memenuhi panggilan untuk psikotest. Pertemuan pertama bertempat di Aula, sudah bisa dibayangkan kenapa di Aula? Ya karena jumlah kandidat untuk staff administrasi ada hampir 300 orang. Itu penuh bangeeet huhu jadi ingat zaman gue psikotest kedinasan yang satu podium wkwk.  Sama seperti psikotest pada umumnya, dimana yang gue ingat saat itu, gue menemukan tes deret angka, tes balok, tes logika penalaran, tes logika angka yang dimana masing-masing tes hanya diberikan waktu 5 menit, dan tes warteg, tes gambar pohon, tes gambar orang yang masing-masing diberi waktu 10 menit.
Setelah tes selesai, kami ishoma. Dan kumpul kembali jam 1 siang untuk mengetahui pengumuman lolos atau tidaknya. Sistem gugur, iya ada puluhan orang yang gugur di psikotest ini termasuk beberapa teman  kampus gue.

Interview HRD
Besoknya (29/12) yang lolos psikotest langsung interview HRD, masih ditempat sama yaitu di aula karena jumlah kandidat yang masih banyak ada sekitar 200an terlihat dari kursi-kursi masih penuh, dan HRD nya ada tiga disana. Satu persatu bergantian dipanggil, dari orang yang masih banyak sampai sudah tinggal beberapa baru nama gue disebut. Pertanyaan-pertanyaan HRD sama seperti interview HRD pada umumnya, disini gue lebih banyak diminta menceritakan aktivitas gue saat ini. Setelah interview HRD, katanya kami akan dihubungi lagi jika lolos, mungkin 2minggu atau setelah tahun baru.

Interview User
Setelah menikmati pergantian tahun, tepatnya tanggal 5 Januari, gue dapat sms untuk memenuhi undangan interview user pada tanggal  7 Januari, dan diminta untuk konfirmasi data diri sebagai tanda bahwa gue sudah menerima sms tersebut. Gue langsung menghubungi teman kampus gue yang saat itu interview HRD bareng, ternyata dia tidak lolos. Akhirnya gue memenuhi panggilan, hal yang membuat gue cukup terkejut adalah ketika tau hanya ada 7 kandidat di ruangan yang lolos interview HRD termasuk gue.
Jujur, berbeda dengan psikotest atau interview HRD,  tidak yang gue pelajari secara khusus, karena pada saat psikotest lu hanya perlu banyak latihan untuk mengisi soal dengan kecepatan kecermatan saja, begitu juga interview HRD yang kalau diartikan semacam tanya jawab untuk mengetahui siapa lu dan bagaimana pribadi lu, yang kemudian dikorelasikan dengan hasil psikotest oleh karenanya pada tahap psikotest kita harus bisa jujur pada soal-soalnya.
Nah, di interview user ini gue mempelajari beberapa jobsdesk yang sekiranya apa yang akan gue terima pada saat gue kerjakan nantinya, gue juga harus mengenal perusahaan yang gue lamar, dan tentunya melatih kembali skill-skill yang gue miliki, kalau bisa skill itu ada hubungannya sama pekerjaan kita nantinya adalah point plus, karena di interview ini kita berhubungan langsung dengan bos atau manager, lu juga harus siap jika ada pertanyaan yang dilempar dalam bahasa inggris. Lagi-lagi gue dapat urutan terakhir pada saat interview user.
Nah hasilnya akan dihubungi lagi oleh pihak perusahaan.

Medical Check Up (MCU)
Di tanggal 12 Januari, gue menerima telpon untuk memenuhi medical check up. Ada dua medical check up disini. Pertama, di tempat dimana gue test sebelum-sebelumnya yaitu di gedung Torabika, kedua gue diminta ke Mayora Pusat dimana disana ada klinik untuk dimintai sample darah, urin, mata, rontgen, tensi dan pengecekan langsung dengan dokter. Ketika di klinik kita dimintai biaya sebesar Rp. 150.000, nominal tersebut sesuai dengan nominal yang tertera di surat pengantar dari Torabika. Dan disana rame banget, jadi gue harus antri gitu karena ada berbagai macam divisi yang sedang MCU juga. Disini gue mencari-cari wajah-wajah yang kemarin bareng sama gue saat interview user, tapi gue tidak menemukan wajar-wajah itu. “Mungkin mereka sudah MCU”, pikir gue. Karena gue termasuk kesiangan datang ke klinik, hal ini disebabkan gue nyasar ampe Batu Ceper padahal lokasinya di Daan Mogot, wkwk.
Sama seperti sebelumnya, jika lolos akan dikabari.

Mayora Insentive Development Attitude and Skill (MIDAS)
Sampailah di tahap terakhir, nah di tahap ini semua nampak mudah dan biasa aja. Justru, gak!
Di tahap ini gue baru tau juga kalau ternyata gue satu-satunya kandidat dari staff administrasi yang masih tersisa. Tapi ini gak buat gue senang apalagi puas, BELUM! Karena bisa saja gue gagal. Oke, disini gue akan menjelaskan bagaimana peraturan main di MIDAS. 
MIDAS ini dilaksanakan selama dua hari, satu harinya akan ada 3 materi yang disampaikan, itu artinya ada 6 materi yang akan disampaikan oleh pemateri yang berbeda atau sesuai dengan bidang yang dikuasai oleh pemateri tersebut. Setiap materi selesai dipaparkan oleh seorang pemateri, kita akan diminta mengisi soal selama 5 menit setelah materi selesai disampaikan dan ini disebut dengan post test. Seharian kita akan diberikan materi yang sangat bermanfaat, iya seharian full materi dari pukul 08.00 – 16.00, bohong kalau gak ngantuk :D
Oiya, perlu diingat juga bahwa di MIDAS ini tes nya gabungan dengan bagian lain. Kalau gue itung dari jumlah kursinya satu kelas kemarin ada 100 orang. Gue duduk didepan sih jadi nggak hitung orangnya ehehe.
Kenapa sih tes nya banyak banget? Gue rasa perusahaan yang baik adalah perusahaan yang berusaha untuk dapat memberikan bekal kepada pegawainya sehingga akan menghasilkan kualitas pegawai yang baik pula. Dan di MIDAS ini gue mendapatkan banyak pengetahuan, pengalaman baru dan pastinya harus bisa menyesuaikan diri dengan budaya atau kebiasaan baru yang baik untuk gue tentunya. Terus tes apa aja yang ada di MIDAS?
Hari pertama, Sistem Jaminan Halal (SJH), Good Manufactory Food (GMF), Basic Safety.
Hari kedua, Sikap Kerja Dasar (SKD), Food Safety dan 5R.
Sebagai perusahaan yang mengedepankan kualitas, efisiensi dan inovasi tentu banyak hal yang harus dipelajari dan dijaga kualitasnya, terlebih ini perusahaan yang bergerak di bidang pangan, gak heran juga kalau kita harus tau kehalalan, keamanan atau sikap-sikap serta value kita sebagai pegawai. Kan lu staff administrasi kok materinya gitu? Jika kita menjadi bagian dari suatu keluarga, gue rasa kita harus tau semua tentang keluarga itu. Gimana? :)

Di MIDAS, nilai hasil post test harus semuanya diatas kriteria atau gak boleh kurang dari KKM yang ditentukan. Kalau diantara enam materi aja ada yang gak memenuhi syarat, lu dinyatakan gugur. Ini yang gue maksud gak mudah! Mungkin soalnya mudah, tapi kalau kita gak berkonsentrasi apalagi gak menyimak pemaparan pemateri, ah sudah. Hari kedua MIDAS, hasil akhir atau penentu diumumkan. Alhamdulillah gue dinyatakan lolos, hanya saja ada enam nama yang gugur dan diminta pulang saat itu juga. Gue gak tau dari bagian atau divisi mana. Damn! Gue sedih aja lihatnya, perjuangan dari awal tes gak mudah dan di tes akhir ternyata gak lolos itu rasanyaaaa.... Semoga Allah gantikan mereka dengan rezeki yang lebih baik di lain kesempatan atau di tempat yang berbeda. Aamiin Allahumma Aamiin ...

Guys, gue rasa cukup deh sharing gue tentang pengalaman gue bergabung bersama Mayora Group. Panjang juga ya? Mohon maaf kalau banyak salah-salah kata. Senin gue udah mulai buka rekening serta tanda tangan kontrak, selasa gue udah pemberkasan dan Rabu mulai bekerja. Do’ain ya agar gue bisa beradaptasi disana, mengembangkan potensi yang ada, ah gak sabar rasanya belajar hal baru. Nanti gue akan ceritakan lagi first work day atau hari pertama gue masuk kerja, tunggu postingan selanjutnya yhaaa! Semoga bermanfaat :)

  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. Wuih testnya beratdan berlapis. Selamat mba atas raihannya

    BalasHapus
  2. Wah menarik sekali informasinya. Ya memang cari kerjaan sekarang itu tidak mudah. Saya pernah apply juga di Mayora waktu jobfair. Tepatnya di area kampus di kota surabaya. Kebanyakan masih menerapkan sistem gugur karena pesertanya banyak. Tiba disaat wawancara HRD di divisi teknik wawancara harus menggunakan bahasa inggris. Mantab wes wkwkwk sepertinya kesejahteraan di PT. Mayora bagus

    BalasHapus