Hari Kedua di Bulan Januari

By Yuniar HMS. Islamiyati - Januari 02, 2019

Setelah hari pergantian tahun, hari berikutnya adalah hari ulang tahun. Gue bersyukur banget ketika hari dimana gue dilahirkan kembali terulang setiap tahunnya. Umumnya masyarakat di dunia senang apabila hari ulang tahunnya datang. Buat gue pribadi, semakin dewasa gue semakin merasa biasa saja.

Hal yang wajar ketika usia belasan tahun senang sekali apabila ulang tahun tiba, membuat status di facebook, ngetwit di twitter seraya semua orang harus tau. Makin kesini ada rasa kekhawatiran. Di usia ke 20+ gue sudah mulai menghilangkan jejak sedikit-sedikit, seperti tidak mencantumkan tanggal lahir di beberapa media sosial, atau ketika hari ulang tahun menahan untuk tidak go public. Alasannya, gue mau orang lain gak tau. Tapi keluarga selalu menjadi yang pertama yang bisa memberikan kejutan-kejutan kecil, sederhana sekali tapi gue bahagia. Contohnya bagaimana bisa mereka memberikan kejutan tahu goreng yang disusun dan diberikan lilin sebagai gantinya kue, katanya ingin beda dari orang lain. Really, aku sayang banget sama keluargaku. Kemudian ucapan sahabat-sahabat terdekat yang memang sudah hafal dan tak ada absennya. Bahkan ada teman-teman yang mengucapkan diluar dari tanggal lahir, karena memang tidak tau tepatnya kapan.

Dan hari ini, berbeda dari ulang tahun sebelumnya. Hari ini keluarga mengajak gue ke Bogor, gue khawatir tulisan ini akan menjadi tulisan liburan sekolah anak SD, haha. Iya, kami menghabiskan waktu bersama ke De Voyage salah satu tempat wisata baru di Bogor. Sebelum magrib, gue sudah sampai di rumah. dan beristirahat.

Saat sedang terkantuk-kantuk, abang gue bilang ada tamu, gue dibuat kaget dengan kedatangan seseorang yang sebelumnya gue gak pernah sangka datang ke rumah dengan membawakan kue ulang tahun dan sebuah hadiah. Masih belum percaya, gue temui dengan muka ala kadarnya tanpa cuci muka dan langsung mengenakan jilbab. Gue terus-terusan bertanya tau dari mana hari ini gue ulang tahun karena sebelumnya tidak ada komunikasi diantara kami. Jadi siapa dia? Apa dia seorang Hatake Kakashi temannya Naruto yang bisa membaca pikiran dan mengetahui hal yang belum diketahui lainnya? Masih menjadi rahasia.

Gue grogi sekali, dihadapan keluarga gue memotong kue ulang tahun dan makan malam bersama. Sebelumnya gue belum pernah mendapatkan perlakuan semacam ini. Untungnya tak lama kemudian datang sahabat-sahabat masa kecil gue memberikan kejutan kecil, setidaknya rasa grogi tak separah sebelumnya. Sebagai orang tua yang bijak, eaaaaa... Mama meminta mereka pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 21.00 dan cuaca akan segera hujan. Dari sini kalian tau seperti apa keluargaku, ehehe...

Sebagai tanda syukur, gue terus berterima kasih kepada Allah. Sebelumnya, selama ini gue menyangka ya ulang tahun sebagai moment syukur semata tapi ternyata bisa menjadi moment silaturahmi orang-orang yang sudah lama tak bertemu dengan penuh suka cita bahagia.

Seperti resolusi yang sebelumnya gue tuliskan di tahun 2019, pertambahan usia di hari kedua di bulan Januari menambah kematangan gue dalam bersikap, berpikir dan mengatur emosi. Gue berharap kian dewasa dan bermanfaat bagi sesama, lebih terbuka dalam menyikapi apapun yang gue temui, dan pastinya bisa lebih mencintai diri sendiri.

Terima kasih sudah membaca postingan ini, jika sebelumnya gue lebih tertutup akan hal ulang tahun izinkan hari ini menceritakannya lewat tulisan, sempat sih upload igstory bersama keluarga tapi tak lama gue hapus ehehe. Di blog gue lebih memiliki kebebasan untuk menceritakannya. Sekali lagi terima kasih, begitu juga do'a-do'a terbaik teman-teman. Love!

Family :)

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar