Berada di Kasta Terendah Masyarakat

By Yuniar HMS. Islamiyati - Oktober 19, 2018

Setelah menyelesaikan aktivitas menjadi seorang mahasiswa, hari berikutnya adalah bagaimana mengamalkan ilmu yang selama ini didapat di bangku kuliah. Haaa masa iya?
Mari sedikit kuceritakan bagaimana rasanya berada di kasta terendah di tengah-tengah masyarakat. Menempati status pengangguran merupakan beban bagi diri seseorang, keluarga dan pemerintah, itu pula yang saat ini gue rasakan. Saat ini kita hidup ditengah-tengah masyarakat yang berpikir bahwa ketika sudah lulus kuliah harus bisa bekerja, mendapatkan posisi terbaik dalam suatu perusahaan atau intansi. Ada sebagian orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sebuah posisi atau kekuasaan ditengah-tengah masyarakat, entah untuk terlihat keren atau untuk dihargai dan ditakuti oleh lingkungan yang mengenalnya. Dan yang jelas untuk bisa bertahan hidup, survive adalah sifat alamiah dari seorang makhluk hidup.

Menjadi pengangguran gak enak, jadi bahan omongan tetangga. Kalau misalnya Ibu lu ngomong, "Coba cari informasi lowongan, biar cepat kerja", nah tetangga bakal lebih nyelekit, "Udah lulus tapi kok belum kerja?", belum sempet dijawab nih udah ngomong lagi, "Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau nganggur mah, kasihan orang tua apalagi Mama kamu". Ini nih kalau ditangan gue catokan panas, gue sodorin tuh ke mulutnya. Err.. Untungnya gue punya Ibu yang sejauh ini santai, gak menuntut gue, apa belum waktunya aja ya? Kalau udah waktunya ya gue disodorin catokan panas sama Ibu. HHH.. 

Tapi jujur, gue paling gak demen sama orang yang sok tau sama hidup orang lain. Ya minimal kalau mau mengkritik seseorang, bisa disertai saran dan solusi. "Kamu belum kerja? Duh kasihan ya masih nganggur. Oiya kenapa kamu gak coba lowongan di Kedai Awok? Kemarin tante liha ada lowongan nepokin pantat sapi sampe jadi abon, kamu coba ngelamaran aja siapa tau keterima, rezeki kamu" Kan kalau dengar yang kaya gini enak. hehe. Kalau ada yang komentarin hidup gue tanpa tau apa-apa, gue menjadikan komentar orang-orang yang sok tau akan hidup gue entah itu tetangga atau teman angkatan yang sudah mendapat pekerjaan sebagai barometer mental gue, juga sebagai motivasi.


nih kalau mau tau tetangga gue kaya apa?! Huft


Sejauh ini sudah ada beberapa tawaran kerja yang datang ke gue. Setelah dipelajari dan mempertimbangkan, gue menolak tawaran tersebut. Lagi-lagi gue dikatain pengangguran sombong HHH. Ya gimana, gue tipe orang yang tidak bisa bekerja ikhlas jika pekerjaan itu tidak sesuai dengan hati apalagi kalau gue tidak mampu membidangi bidang tersebut, karena gue berpikir ya gak akan optimal. Kalau cuma ngejar gengsi pun, gak akan baik hasilnya. Istilah a right man in the right place pun gak berlaku selamanya, karena manusia bisa improve dan tidak selalu berdasarkan backgroundnya, disini masyarakat tidak ada hak menjudge gitu aja.

 Ada banyak asalan kenapa saat ini gue masih belum bekerja, salah satunya karena KTP dan KK yang belum jadi karena kemarin ada kesalahan NIK, gue baru tau setelah mau coba coba daftar CPNS eh NIK gue berbeda, gue juga belum wisuda otomatis belum ada Ijazah dan gak semua instansi atau perusahaan yang gue taruh lamaran bisa menerima SKL (Surat Keterangan Lulus). Saat ini gue masih punya aktivitas yang sudah hampir tiga tahun terakhir gue jalani, yaitu menjadi pengajar di sebuah bimbingan belajar yang gue dan kakak perempuan gue dirikan. Selama aktif kuliah kemarin, gue menjadikan pekerjaan ini sebagai pengalaman, pekerjaan sampingan, sekaligus untuk tambahan uang saku. Tidak hanya itu, setelah yudisium kemarin gue mencoba merintis bisnis baru yaitu menyewakan dan menawarkan jasa mendekorasi hantaran atau seserahan untuk acara lamaran dan pernikahan. Kalau lu mau nikah tapi belum ada dekorasi hantaran yang tepat, bisa hubungi gue. Kalau lu mau nikah tapi belum nemuin yang tepat, bisa pilih gue. HHH... (ig : @hantarantng)

Usaha gue ini masih kecil-kecilan, untuk jadi besar perlu ikhtiar lebih. Cita-cita gue ya mengembangkan apapun yang gue geluti saat ini jadi skala yang lebih besar. Dan disini tentunya gue butuh suntikan modal yang besar pula, oleh karenanya gue harus kerja. Oneday ya gue akan kerja biar tetangga anteng, bisa mencukupi kebutuhan gue sendiri, bisa kasih lebih buat orang tua dan kaya diawal bilang tadi bisa mengembangkan usaha gue ini, syukur-syukur bisa membuka lapangan kerja. Karena saat ini jumlah pengangguran di Indonesia sudah banyak, data sementara hampir 78% adalah mereka diusia produktif. Jika dibiarkan tentunya akan menimbulkan masalah. Belum resmi jadi pengangguran aja, gue udah dapat kritikan yang gak enak, kebayang dong kalau berlama-lama ada di kasta terendah masyarakat? Harga diri men! wkwk...

Semoga siapapun kamu, termasuk aku yang saat ini masih menganggur segera diberikan pekerjaan yang nyaman dan sesuai dengan kemampuan juga keinginan hati, aamiin... karena kerja ikhlas hasilnya pun akan baik. Tetap optimis dalam mengejar keinginan, jangan berhenti berdo'a juga. Allah melihat usahamu, Allah juga tau apa yang kamu butuhkan. yhoaa!

---

Nanti gue akan buat entri tentang lapangan kerja yang katanya susah dari sudut pandang kita masing-masing tentunya. Terima kasih sudah mau mmebaca postingan ini :D

  • Share:

You Might Also Like

3 komentar

  1. Saya sering sering berada di kasta tersebut. Kadang lepas, eh turun ke kasta itu lagi. begitu terus. Pait, tentu, sedih, pasti, sakit hati, gausah ditanya lagi. tapi gimana, orang-orang selalu punya naluri dirinya harus lebih baik dari orang lain. Hanya saja caranya berbeda, ada yang membuat diri lebih baik dengan cara membantu orang lain, dan ada yang menggunakan cara menjelekkan dan memanfaatkan keadaan orang lain untuk menaikkan harga dirinya. salah satunya yaitu. dia berkata dan mencibir keadaan kita saat ini karena sebelumnya dia tidak mampu mendapatkan posisi kita yang bisa meningkatkan ilmu lebih baik darinya.

    ah, kalo dari cerita dulu sebelum melanjutkan kuliah, mah, mendapatkan perkataan tetangga begitu nggak akan ngaruh ke kamu, Nai. xD Kamu udah melewati masa yg lebih parah dari itu. semoga kita semua siapapun yang sedang berjuang menyambung dan memeprbaiki hidup, segera bertemu jalan paling baik sehingga bermanfaat bagi banyak orang, terlebih keluarga sendiri, dan lebih lebih lagi buat diri sendiri.

    BalasHapus
  2. Semoga segera berjodoh dg pekerjaan yg jadi passion ya
    Memang klo uda di fase ini tantangan beda lg yun, sabar
    Dulu pas freshgrad aku sempat jobless 6 bulan, la ya itu saking byknya tes kerja kadang bingung mau fokus ke mn, mana ongkos ke jkt dulu bulak balik kereta klo dr kosan kampus pas di bogor...
    Untung nyokap jg santai, sampai akhirnya nemu yg sreg di hati n langsung diangkat karyawan tetap lantaran 1 tahun percobaan niat sungguh2, pdhl yg daftar samaan pada ga diangkat semua...lg hoki

    BalasHapus
  3. Tetangga julid emang ngeselin cuy. Gue juga dulu sering digituin. Tapi ya gimana, namanya juga manusia. Pasti ada aja sisi nyebelinnya. Huhu.

    Wah, semoga sukses bisnisnya ya! Dan semoga nggak fasilitasin orang doang tapi bisa difasilitasin juga. :p

    BalasHapus