Seperti Apa sih Standar Cantik di Indonesia?

By Yuniar HMS. Islamiyati - Februari 21, 2018


“Stop berpikir kalau cantik itu gak boleh hitam, gendut, kurus atau pesek. Jika mindset kalian begitu, itu artinya ada yang sedang menghina Sang Pencipta” - yuniarisl.

Kali ini biarkan penulis yang sebenarnya tidak cantik memaksa ingin disebut cantik ini menulis, HAHAHA. Beberapa hari yang lalu gue melihat beberapa twit-an, instagram stories dari teman-teman membahas tentang kecantikan, bahkan gue juga sempat membaca caption dari salah satu artis Indonesia yang mengeluhkan pandangan netizen tentang dirinya.

Selain memiliki dua musim, dan diapit oleh dua samudera, Indonesia juga memiliki dua juta masyarakat yang maha benar. Survei ini sendiri hanya intermezzo, kemarin gue baru lihat ada 500k komentar di foto unggahan Pak Presiden, unik aja sih apalagi pas gue baca isi komentarnya. Masyarakat yang katanya tidak diberi kebebasan dalam bersuara, disitu ramai komentar kritikan, saran atau guyonan politik. Dan disitu gue bertanya-tanya, “Kira-kira siapa ya yang kasih komentar pertama di foto tersebut?”. Ada yang bisa ngecek? Haha. Tidak berbeda jauh dengan tema yang gue angkat kali ini. Jika ada yang kurang dari fisik kita, pasti dikomentari. Alis lu tebel sebelah aja, lu akan dibanjiri kritikan. Sebagai seorang perempuan, gue merasa setiap kali ngobrol sama kumpulan teman-teman cewek yang banyak dibahas tuh gak jauh dari masalah kulit, skin care, jerawat, rambut, berat badan, makanan dan masalah percintaan. Beda lagi kalau lagi nongkrong sama teman-teman cowok, pasti keselip obrolan yang membahas kecantikan si, A kemudian dibandingkan dengan si B. Gue sering jadi bahan perbandingan teman-teman cowok kalau lagi nongkrong bareng, disini gue nggak suka dibandingkan jika sifatnya untuk hal yang sebenarnya relatif.

Banyak yang bilang, cantik itu yang kulitnya putih, mukanya bersih bebas jerawat, giginya rapih, badannya gak gendut, gak ceking, tingginya semampai, gak pendek, gak ada bekas korengan. Terus yang jadi barometernya itu para public figure yang mana mereka selalu tampil cantik didepan layar kaca, gak tau aja berapa banyak duit yang mereka habiskan untuk mempercantik diri, atau para selebgram yang entah cantik beneran atau karena banyaknya efek foto yang mereka pakai.

Pengalaman aja, gue jarang dibilang cantik mungkin karena muka gue yang berjerawat, atau ada bekas jerawatnya. Badan gue yang kurus dan kulit gue yang belang. Jujur aja gue pernah berupaya untuk putih, usaha ngilangin jerawat dan makan banyak buat gemuk. Sampai dulu kalau selfie gue harus filter hasilnya. Karena saat itu gue suka diledek berjerawat. Gue gak tinggal diam aja, udah usaha pakai ini itu tapi akhirnya gue mikir gini, “Udah ya, ntar juga ilang sendiri”. Lagian siapa sih disini yang mukanya mau berjerawat? Gak ada kan? Alhamdulillah sekarang jerawat gue udah mulai hilang, gue berpikir faktor stres dan makanan sangat mempengaruhi. Sedih banget deh kalau tau standar cantik yang ada diotak kita tuh yang kulitnya putih, mukanya bersih bebas jerawat, giginya rapih, badannya gak gendut, gak ceking, tingginya semampai, gak pendek. Hanya melihat berdasarkan fisik. Ini gak sehat banget, karena kita akan berusaha menjadi sama dengan mereka. Memaksakan apa yang sebenarnya tidak tubuh kita butuhkan. Jika hanya fisik yang lu lihat, ini gak akan ada habisnya. Beneran deh, so stop it.

Wanita cantik tuh gak harus memiliki kulit putih, hidung mancung, langsing dan tinggi. Kalau ukuranya hanya dari apa lu lihat, lu salah. Setidaknya cantik yang lu lihat bisa menjaga kebersihan dirinya dan menarik untuk dilihat. Karena cantik itu dirasakan, bukan hanya dilihat. Kita bisa menilai seseorang cantik saat kita berbicara dengannya, saat ia berperilaku di depan kita, saat ia menjaga sopan santunnya.

Gue punya beberapa contoh kasus, teman yang cantik tapi ia tidak pintar; telmi. Yang kaya gini sering jadi pembicaraan. “Si A cantik banget, tapi ...”. Gak enak kan, ketika cantiknya berbanding terbalik, kaya Hukum Newton I. Ada juga yang cantik tapi tidak memiliki attitude yang baik, bahkan tidak bisa menjaga kehormatannya, “Cantik-cantik binal”. Pasti banyaklah ya.. Padahal cantik itu ujian, jangan sampai cantik menjadi malapetaka.

Dalam islam, cantik itu yang bisa menjaga dirinya, menutup auratnya, menjaga lisan dan kehormatannya serta yang memiliki pendidikan baik. Pasti tau kan kisah Aisyah r. a yaitu istri Rasullah yang cantik dan pintar? Baliau seperti tanpa minus, karena apa? Karena ia bisa menjaga lisan, juga kehormatannya dari segala fitnah. Dari situ kita patut pelajari. Buat yang terlahir cantik harus bersyukur dan bisa menjaga diri, kehormatan dan pendidikan yang baik. Atau yang merasa memiliki fisik yang biasa saja kaya gue hehe, kita akan tetap sama kok dengan yang cantik selagi bisa menjaga diri, sopan santun dan kehormatan kita sebagai perempuan. Percaya deh..


  • Share:

You Might Also Like

14 komentar

  1. Standar cantik dari diri pribadi itu bagi perempuan adalah
    Bisa menjaga maruah dan izzahnya kepada setiap orang dengan baik..
    *MEski agak sulit menemukannya di zaman ini :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih banyak kok mas, coba dicari diperkumpulan kajian-kajian islami. Banyak mbak-mbak yang masih single, apa mau saya kenalin? Hoho.

      Hapus
  2. Tapi saya sadar
    Saya tidak cantik
    Hiks

    BalasHapus
  3. jadinya cantik itu relatif ya, maunya sih jasmani rohani :)
    btw kalo saya dari lahir juga gak pernah merasa cantik dan gak pernah ada yang bilang cantik, sante dan cuekin aja lah :)) piss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan mau terlahir cantik yang ada ributin lipstik lagi sama temen kosan

      Hapus
  4. Kalau cowok mbahas cewek, setelah mbanding-mbandingin dari segi fisik, nanti bakal mengarah ke obrolan yang berbau (agak) mesum. Astaga....kabooor.
    Nah, saya setuju sama paragraf closingnya. Bukan sekedar cantik dari segi fisik aja, kalau saya pribadi seneng sama yang baik kepribadiannya & bagus agamanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget, disitu cewek-cewek dengernya ilfeel.

      Hapus
  5. menurut saya sih cantik itu relatif dan banyak faktor yang mempengaruhinya. Namun yang pasti, nggak harus cantik untuk dibilang cantik.Karena walau seperti apapun, pasti akan ada yang bilang cantik ke cewek. Contohnya orang tua sendiri, pacar, tetangga, atau bahkan yang akan membuatmu cantik setiap hari yaitu dirimu sendiri hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kaya kalimat "Orang baik nggak akan ngaku baik"
      Iya kalau kata institusi, hanya jajarannya saja yang mengakui kecantikannya.

      Hapus
  6. Setiap orang punya penilaian yang berbeda sih tentang cantik.
    Tapi yang utama itu tetap cantik di hati sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, cantik dari hati itu harga mati kaya NKRI.

      Hapus
  7. Btw, ini yang komen laki-laki semua. Terima kasih sudah berkomentar dan membuka sudut pandang cantik dari laki-laki itu seperti apa.

    BalasHapus