Si Kopiah Putih Kebon Nanas

By Yuniar HMS. Islamiyati - Mei 19, 2017

Kemarin sekitar pukul 12 siang gue baru dapat bus. Biasanya kalau udah dapat tempat duduk, gue akan tidur dengan ditutupi masker. Hari itu gue gak pakai masker, dan gue memilih baca buku yang gue bawa dari rumah. Ditengah-tengah saat membaca bus berhenti, gue lihat keluar jendela, "Oh, Kebon Nanas".

Bus nge-temnya cukup lama, ada sekitar lima menit. Biasanya saat bus ngetem akan ada banyak penjual naik turun menjajakan dagangannya, kadang buah-buahan, majalah, mesin kaput, minuman dan tissu masker.
Nah ketika mata gue menyisir para penumpang, tiba-tiba Bapak penjual tissu dan masker naik menjajakan dagangannya. Beberapa orang membeli tissunya. Dan tiba-tiba beliau mendekati saya,
"Neng, masih ingat bapak?" Tanya Bapak.
"Masih", sambil mengangguk dan melempar senyum.
"Kemana aja?" Tanyanya lagi.
"Udah lama kita gak ketemu ya pak, saya kemarin-kemarin pulang malam", jelas gue.
Bapak tersebut mengeluarkan tiga lembar masker dan satu pack tissu.
"Neng, ini buat neng ya. Maafin bapak"
"Eh gak usah pak!"
Bapaknya memberi selembar masker lagi.
"Pak, gak usah, banyak banget"
"Udah gak apa-apa, terima aja. Doain bapak ya Neng, bapak minta maaf mau puasa", ia memohon gue untuk menerima pemberiannya.
"Makasih banyak ya Pak", jawab gue sambil senyum. Bapak pun turun dari Bus.

Sepanjang jalan gue terus memikirkan kenapa Beliau memberikan banyak masker dan tissu ke gue. Memang biasanya si Bapak sering sekali memberi masker kepada para penumpang, diantaranya kepada teman Ines pernah menuliskan pengalamannya di ig diberikan satu masker oleh Bapak itu, dan kakak kelas gue, Kak Hanifa yang menceritakan pernah mendapat masker dari Beliau juga.
Beliau memang sering memberi masker, ke gue juga pernah tapi itu dulu banget dan cuma ngasih satu. Gak sebanyak sekarang. Etsdah, maunya banyak nay??
Yang jadi pertanyaan, gue sudah lama tidak bertemu beliau semenjak gue menjalani semester genap karena pulang selalu malam. Dan selama ini gue tidak memiliki rekam jejak kebaikan apa-apa terhadap si Bapak. Dulu gue suka bertegur sapa sama si bapak tapi gak sering, beliau tau bus yang gue tunggu yaitu Kresek-Kali Deres. Hal yang membuat gue bingung, Apakah si Bapak masih ingat gue padahal hampir satu semester gue gak ketemu dia?

Memang akhir-akhir ini gue kaya dipertemukan oleh hal-hal sulit gue percaya. Banyak kebaikan orang-orang datang bertubi-tubi kepada gue. Padahal gue sendiri tidak sedang berbuat baik yang gimana-gimana.
Akan nampak biasa kalau diperhitungkan, empat buah masker dan satu pack tissu. Harga murah. Tapi ketahuilah, gue selalu terharu kepada mereka yang bisa memberi walau nilai materinya tak seberapa, ada keluasan hati yang mereka miliki. Bayangkan saja, ia hanya bekerja sebagai seorang penjual tissu dan masker saja bisa memberi, lah kita? Semoga bisa lebih. 
Semoga postingan kali ini bermanfaat yaa :)

"Barang siapa yang melakukan kebaikan walau seberat dzarrah, pasti akan mendapatkan (pahala)nya". (Al-Zalzalah: 7)

Jazaakallahu khairan, Pak...


Masker dan Tissu pemberiannya

Gue gak punya foto si Bapak. Tapi kalau lu berhenti di kolong jembatan Kebon Nanas dan melihat penjual tissu dan masker mengenakan kopiah putih yang merupakan ciri khasnya, ya tidak salah lagi. Semoga Allah membalas kebaikanmu..

  • Share:

You Might Also Like

13 komentar

  1. Trus busnya mana?
    Katanya dapet bus

    BalasHapus
    Balasan
    1. ntar gue datangin langsung ke rumah lu, biar lu juga dapet bus -_-

      Hapus
  2. Kalau saja semua orang mengamalkan ayat tsb, nggak akan ada lagi yg kelaparan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tapi yang tau pun akan amal tsb belum tentu 'mengerti' apalagi yang ga tau

      Hapus
  3. Barakallah, Pak. Semoga Allah membalas semua kebaikanmu.

    BalasHapus
  4. Bapak yang baik hati..semoga rejeki bapaknya ditambah.....g semua orang dagang yg seperti bapak berkopyaj outih itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga Allah membalas kebaikannya

      Hapus
  5. Gue juga udah lama nggak ke blog ini kayaknya deh. Udah berapa semester, ya? Lupa.

    Kebon Nanas jauh dari rumah gue, Yun. Kayaknya nggak lewat sana deh. Ehe. :|

    Aamiin. Semoga kebaikan Bapak yang terlihat sederhana itu mendapatkan balasannya yang lebih baik. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berapa ya? Gue baru ada waktu nulis lagi yog. Sekarang naik ke semester 7
      Main-main lah ke Tangerang, lewatin bonas hehe.. Aamiin

      Hapus
  6. aku terharu di pagi hari, inspiratif banget :)

    BalasHapus